Setiap orang pasti pernah menalami kebosanan. Biasanya rasa bosan ditandai dengan kelelahan, miskin kreativitas, atau kehilangan minat pada hal yang dulu disukainya. Dalam dunia kerja rasa bosan dalam bekerja akan sangat mempengaruhi produktivitas kerja. Kebosanan kerja bisa dialami oleh pekerja tingkat bawah maupun pada tingkat managerial.
Apa sih yang bisa membuat seseorang mengalami kebosanan?

Pertama, pekerjaan yang dilakukan tidak menantang. Apabila setiap hari melakukan kegiatan yang sama dan berulang-ulang dalam lingkungannya sama, maka lama-kelamaan akan bosan. Begitu juga apabila pekerjaan dianggap terlalu mudah atau tidak sesuai dengan kemampuannya, orang cenderung akan mengalami kebosanan.
Kedua, tidak memliki otonomi dalam bekerja. Apabila selama bekerja seorang karyawan tidak memiliki otonomi yang luas, tidak bisa fleksibel dalam mengerjakan tugas-tugasnya atau bahkan tidak diikutkan dalam pengambilan keputusan yang menyankut dirinya, maka hal ini bisa menimbulkan kebosanan.
Dan ketiga, tidak merasa bahwa bekerja adalah sesuatu yang berharga. Ia tidak tahu mengapa ia harus bekerja atau pekerjaannya tidak memiliki nilai sesuai keyakinannya.
Kebosanan kerja akan membawa dampak negative baik bagi individu yang bersangkutan maupun bagi perusahaan. Oleh karenanya kebosanan kerja ini harus segera diatasi agar orang yang merasakannya tidak sampai mengalami stress atau depresi.

Selengkapnya......

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan kerja
 Menulis buku, novel, atau artikel. Dengan menulis maka akan terpacu untuk mencari berbagai informasi dan bahan-bahan yang diperlukan sehingga wawasan menjadi lebih luas dan kesempatan untuk mengaktualisasikan potensi dan kemampuan anda ke dalam tulisan tersebut menjadi lebih terbuka. Atau bahkan kebisaan menulis ini akan menjadikarier yang akan membawa pada kesuksesan

 Berwiraswasta. Membuka usaha sendiri merupakan suatu langkah besar yang dapat dilakukan oleh orang yang menyukai tantangan. Dengan memulai usaha sendiri maka tantangan akan semakin besar dan akan menuntut individu tersebut untuk menguasai berbagai bidang yang berguna untuk kelangsungan usahanya
 Melibatkan Diri Dalam Asosiasi Profesi. Bergabung dengan asosiasi profesi sesuai bidang keahlian yang dimiliki. Dengan ikut terlibat dalam asosiasi dan kegiatan tersebut maka anda memiliki kesemapatan untuk berbagi pengalaman dengan rekan seprofesi sehingga dapat lebih memperkaya wawasan dan dapat memunculkan ide-ide atau harapan-harapan baru.

 Mengikuti Pelatihan. Hal ini berguna untuk memperkaya kemampuan dan mendapatkan suasana baru yang berbeda dengan suasana kerja sehari-hari. Bila perlu pilih pelatihan yang ada di luar kota agar bisa belajar sambil bersantai dengan keluarga atau teman, sehingga ketika kembali ke kantor pikiran menjadi segar kembali.

Selengkapnya......

Ada 4 tahap perkembangan menurut Piaget:
1. Tahap sensori motorik
Anak mendapatkan pengalaman dari tubuh dan indranya.
2. Tahap pra operasional
Anak berusaha menguasai simbol-simbol, kata-kata dan mampu mengungkapkan pengalamannya meskipun tidak logis. Pada saat ini anak bersifat ego centris.
3. Tahap operasional kongkrit
Anak memahami dan berpikir yang bersifat kongkrit belum abstrak.
4. Tahap operasional formal
Pada tahap ini anak mampu berpikir abstrak.

Selengkapnya......

Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah salah satu upaya pembinaan yang ditujukan untuk anak usia 0-4 tahun. Usia ini sering juga disebut Usia Emas (Golden Age). Pendidikan anak usia dini sangat penting artinya bagi perkembangan intelektual maupun emosional anak. Apabila anak pada usia emas memperoleh pendidikan, pengarahan, dan penanganan yang tepat, maka ia akan mendapatkan kesiapan belajar yang baik. Dimana hal tersebut merupakan salah satu kunci utama bagi keberhasilannya pada jenjang berikutnya. Pendidikan anak usia dini bisa berbentuk Playgroup, Tempat penitipan Anak, maupun Taman Kanak-kanak.

Dunia anak dikenal sebagai dunia bermain. Bermain bagi anak penting untuk perkembangan fisik dan psikologis. Karena emosi anak pada masa awal masih belum seimbang, anak-anak mudah terbawa ledakan-ledakan emosional, sehingga memerlukan bimbingan yang baik. Sejak dini anak perlu diajarkan pendidikan moral, nilai keagamaan, kemampuan motorik, bahasa, seni, sosial-emosional (interaksi dengan lingkungan sekitar) sebagai bekal di masa mendatang.
Sejak usia dini sudah dapat dilihat kemungkinan seorang anak memiliki bakat istimewa, misalnya dalam bidang seni, olahraga, musik, hingga kecerdasan intelektual. Anak dengan bakat istimewa biasanya memiliki kemampuan menerima informasi dalam jumlah besar sekaligus. Jika ia hanya mendapat sedikit informasi maka ia akan cepat menjadi ’kehausan’ informasi. Kemampuan istimewa ini tidak boleh diabaikan, anak yang mempunyai kemampuan ini justru harus lebih dimotivasi, diarahkan sesuai bakatnya, dan difasilitasi agar kemampuannya berkembang secara maksimal. Pada periode ini pula seorang individu mempelajari berbagai sikap, seperti sikap percaya atau tidak percaya. Semua proses ini akan membentuk kepribadian individu dan berpengaruh pada persepsi individu terhadap orang lain dan lingkungan sekitarnya.

Selengkapnya......

Gejala-gejala umum yang muncul pada PTSD meliputi:
• Kenangan yang muncul kembali dalam ingatan dan berulang-ulang, sangat mendalam dan mengganggu akibat peristiwa tersebut.
• Berusaha menghindari keadaan-keadaan yang mengingatkan Anda pada peristiwa tersebut.
• Menjadi mati rasa secara emosional dan suka menyendiri.
• Sulit tidur dan konsentrasi, ketakutan atas keselamatan pribadi.
Gangguan stres pasca trauma dapat diobati dengan baik. Terapi yang dilakukan berupa konseling dan kadang-kadang menggunakan obat-obatan ( seperti antidepresan ).

Selengkapnya......